Mengenang BlackBerry Messenger, Mantan Raja Aplikasi Chating Smartphone

Sejak awal bulan Mei lalu, pengguna BBM alias BlackBerry Messenger sudah mendapatkan notifikasi yang memberitahukan bahwa layanan BlackBerry Messenger akan selesai. Dan ya, hal tersebut nyata adanya karena per 1 Juni 2019, siapapun yang masih menggunakan aplikasi chating ini sampai batas akhir, tidak akan bisa masuk lagi ke akun aplikasi pesan tersebut. Aplikasi masih bisa diakses, tetapi bukan langsung ke halaman akun tetapi memulai dari awal proses pendaftaran.


Terlepas dari berhentinya layanan aplikasi pesan BBM ini, tentu semuanya yang menggunakan smartphone di antara tahun 2010an ke atas minimal, pasti mengetahui aplikasi ini. Aplikasi chating ini populer seiring dengan kepopuleran smartphone BlackBerry yang sangat populer di seluruh dunia. Dan aplikasi BBM ini merupakan salah satu aplikasi bawaan dari smartphone BlackBerry.

Sejak kemunculan smartphone Android, pamor BlackBerry Messenger tak serta merta meredup. Tetapi kemunculan lawan tangguh membuat pamor BlackBerry Messenger perlahan mulai berkurang. Apa lagi kalau bukan Whatsapp, sebuah aplikasi chating yang kini bisa dibilang sebagai penguasa aplikasi chating smartphone. 

BlackBerry Messenger sebenarnya merupakan aplikasi chating yang lumayan menarik. Bahkan Whatsapp bisa dibilang meniru BBM, terutama pada bagian update status, yang sudah bisa digunakan oleh BlackBerry Messenger. Keanggotaannya pun bukan menggunakan nomor kontak telepon, melainkan menggunakan sebuah PIN. PIN ini merupakan salah satu cara untuk bisa menambah kontak di BBM, baik dengan menuliskan PIN secara langsung ataupun melakukan scanning pada sebuah barcode.

Kini, orang yang pernah menggunakan BlackBerry Messenger sebagai pengirim pesan utama pasti akan merindukan istilah-istilah seperti PM (Personal Message), DN (Display Name), BC (Broadcast), Deliv/Read, TC (Test Contact), hingga Delcon (Delete Contact). Atau mungkin malah akan merasa kangen ketika melakukan Ping! pada kontak gebetan yang tak kunjung merespon kode atau membalas pesan. Suara notifikasi Ping! tersebut bahkan sangat ikonis. Singkatnya, dengan segala dinamika dan kenangan yang pernah terjadi, BlackBerry Messenger pasti akan dirindukan.

Nah, kini apakah Whatsapp akan bisa bertahan lama? Wacana yang menyatakan bahwa tak lama lagi Whatsapp tak lagi gratis dan akan ada iklan rasa-rasanya akan secara perlahan membuat pengguna aplikasi ini mulai melirik aplikasi pengirim pesan lain. Telegram mungkin? Atau yang lain..

Belum ada Komentar untuk "Mengenang BlackBerry Messenger, Mantan Raja Aplikasi Chating Smartphone"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel